BAB 8
Membangun Budaya Literasi dengan
Mencintai Buku Nonfiksi
Pengertian Buku Nonfiksi
Buku nonfiksi adalah buku yang berisi informasi atau fakta nyata yang benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya. Isi buku nonfiksi biasanya bersumber dari pengalaman, penelitian, pengamatan, atau data yang dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan buku nonfiksi adalah memberikan pengetahuan, wawasan, dan informasi kepada pembaca.
Buku nonfiksi bersumber dari fakta dan
data secara objektif.
Misalnya, buku pelajaran, ensiklopedia, esai, jurnal, buku dokumenter, biografi, atau laporan ilmiah (makalah, skripsi, tesis, dan disertasi).
UNSUR UNSUR BUKU FIKSI DAN NONFIKSI:
Unsur-Unsur Buku Fiksi:
1. Sampul buku
Menampilkan judul, nama penulis, ilustrasi, dan elemen menarik sesuai isi cerita.
2. Pokok bab buku
Berisi bagian-bagian inti cerita yang membentuk alur dari awal hingga akhir.
3. Judul bab (opsional)
Beberapa buku fiksi mencantumkan judul setiap bab, tetapi tidak wajib.
4. Tokoh dan penokohan
Karakter-karakter dalam cerita beserta sifat atau wataknya.
5. Tema cerita
Ide pokok atau gagasan utama cerita, misalnya persahabatan, perjuangan, atau keluarga.
6. Bahasa yang digunakan
Menggunakan bahasa imajinatif, ekspresif, dan sering memakai majas untuk memberi efek estetis.
7. Penyajian alur cerita
Urutan jalannya cerita (alur maju, mundur, atau campuran).
Unsur-Unsur Buku Nonfiksi:
1. Sampul buku
Memuat judul, nama penulis, dan sering menyertakan ilustrasi atau keterangan singkat isi buku.
2. Pokok bab buku
Menjelaskan bagian-bagian utama bahasan dalam buku.
3. Judul bab dan subbab
Digunakan untuk membagi isi menjadi bagian lebih terstruktur.
4. Isi buku
Berisi penjelasan faktual, informasi, data, atau pengetahuan yang dapat dibuktikan kebenarannya.
5. Cara menyajikan isi buku
Disusun secara jelas dan sistematis, menggunakan penjelasan, contoh, tabel, atau grafik jika diperlukan.
6. Bahasa yang digunakan
Menggunakan bahasa formal atau informatif yang jelas dan objektif.
7. Sistematika penulisan
Penulisan teratur, logis, dan mengikuti aturan penulisan ilmiah atau informatif.
Rangkuman (ringkasan) merupakan hasil
menyarikan semua gagasan pokok
(intisari) sebuah tulisan atau buku
menjadi bentuk yang ringkas dengan
tetap mempertahankan urutan isi dan
sudut pandang pengarang sesuai dengan
teks aslinya.
Langkah-Langkah Merangkum Buku Nonfiksi:
1. Membaca dan memahami informasi umum buku
Perhatikan identitas buku seperti judul, penulis, penerbit, dan tujuan penulisan buku.
2. Membaca dan memahami isi buku melalui daftar isi dan kata pengantar
Gunakan daftar isi dan kata pengantar untuk mengetahui gambaran umum isi buku.
3. Memperhatikan sistematika penulisan buku
Perhatikan bagaimana isi buku disusun, mulai dari bab, subbab, hingga urutan pembahasannya.
4. Mencatat gagasan utama dan data penting
Ambil poin-poin inti di setiap bab atau bagian, termasuk fakta, konsep, atau informasi penting lainnya.
5. Menyusun gagasan utama menjadi rangkuman
Gabungkan poin-poin penting menjadi paragraf ringkas yang menjelaskan inti buku secara jelas dan singkat.
Langkah-Langkah Merangkum Isi Buku dengan Peta Pikiran:
1. Tuliskan judul buku di tengah kertas dan beri ikon
(Agar menjadi pusat perhatian dan mudah dikenali)
2. Buat cabang utama sesuai topik pembahasan buku
Gunakan warna berbeda untuk setiap cabang agar lebih jelas dan menarik.
3. Tuliskan kata kunci pada setiap cabang utama
(Gunakan kata kunci singkat dan jelas sebagai inti informasi)
4. Kembangkan cabang utama menjadi subcabang
Tambahkan ide penting, penjelasan, atau contoh dari teks buku.
5. Berikan label pada setiap cabang dan subcabang dengan kata kunci
(Untuk mempermudah pemahaman isi)
6. Gunakan garis penghubung antar cabang dan subcabang
Agar alur, urutan, dan hubungan ide lebih mudah dipahami.
7. Tambahkan garis pengingat
Jika ada keterkaitan antara subcabang yang berbeda untuk menandai hubungan ide.
Hubungan Unsur-Unsur dalam Buku Nonfiksi:
1. Judul Buku
Menjadi gambaran umum isi buku secara keseluruhan.
2. Bab I, Bab II, dan seterusnya
Setiap bab membahas bagian utama dari keseluruhan topik.
3. Subbab pada setiap bab
Menjelaskan bagian-bagian lebih spesifik dari isi bab.
4. Paragraf dalam setiap subbab
Paragraf 1
Pendahuluan atau pengantar isi paragraf.
Paragraf 2
Penyajian informasi utama atau penjelasan lebih dalam.
Paragraf 3 dan seterusnya
Detail pendukung, contoh, fakta, atau penutup pembahasan.
5. Hubungan hierarki isi:
Judul buku ⇢ menunjukkan topik umum
Bab ⇢ membagi isi menjadi bagian besar
Subbab ⇢ memecah bab menjadi bagian lebih terfokus
Paragraf ⇢ menyusun informasi secara runtut dan detail
Komentar
Posting Komentar